logo Kompas.ID

Foto Cerita

Foto Cerita Kampung Anak Negeri
Foto Cerita

Kampung Anak Negeri

Oleh Bahana Patria Gupta ·

Kampung Anak Negeri

Shalat Berjamaah

Seusai shalat Maghrib berjamaah, suasana Kampung Anak Negeri menjadi ramai.  Mereka berkumpul di lapangan depan mushala untuk bermain bola. Setelah seharian bersekolah, anak-anak di kampung tersebut kini mulai mengikuti program selanjutnya, yaitu bermain.

Bermain Bersama

Tidak berapa lama kemudian, azan isya berkumandang. Tanpa dikomando, anak-anak tersebut kembali ke mushala untuk shalat berjamaah. Tidak ada lagi kegaduhan selain keheningan.

Menunggu Waktu Makan

Seusai shalat, mereka bersiap untuk makan malam. Untuk mendapatkan makan malam, mereka berbaris rapi dan tertib. Makanan pun dibagikan.

Malam itu menunya ayam goreng, oseng-oseng kerang, dan sambal. Mereka melakukan dengan tertib. Ketertiban dan kedisiplinan inilah yang terus mereka pelajari selama di Kampung Anak negeri.

Merapikan Kamar

Tidak ada waktu yang terbuang percuma di tempat tersebut. Semua diisi oleh kegiatan-kegiatan yang terencana dan terpantau.

Kampung Anak Negeri merupakan lingkungan pondok sosial yang diisi anak-anak yang mempunyai predikat nakal” dan anak jalanan yang terjaring razia satpol PP.

Sahabat Setia

Walau demikian, mereka termasuk anak-anak yang diistimewakan Pemerintah Kota Surabaya. Selain disekolahkan secara gratis, mereka juga mendapat bimbingan untuk mengenal potensi dirinya.

Pagi Hari

Salah satu penghuni, M Hasyim (14), mengungkapkan bahwa dirinya senang aktivitas fisik. ”Saya, kan, pengamen, jadi fisiknya harus bagus. Biar tidak mudah ditangkap saat dikejar Satpol PP,” ujarnya.

Hasyim Si Atlet Pencak Silat

Setelah sempat menggelandang di Bangkalan, ia pun ”meyerah” setelah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini datang ke rumahnya.

Ia pun masuk ke Kampung Anak Negeri. Dirinya fokus olahraga atletik dan beladiri. Ia kini merintis menjadi atlet pencak silat.

Menunggu Waktu Latihan

Selain beladiri, mereka juga mendapat bimbingan keahlian bermusik. Sebuah Band bernama KANS Band lahir di tempat tersebut. Band ini  sering diundang untuk acara-acara berbagai pihak salah satunya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya. Dan Band tersebut mendapat bayaran hingga Rp 1,5 juta sekali manggung.

Latihan Musik

Sebanyak 35 anak-anak yang ada di kampung tersebut tidak sedang dihukum akibat ulah masa lalunya, tetapi dibimbing dengan terarah.

Latihan Beladiri

Bukti Prestasi

Kertas Peringatan